pFGLGutdPHGuLGM1ofvLJgVGBXb2shbmTrifWoYQ

Mungkinkah Perang Dunia 3 Akan Meletus dalam Waktu Dekat ?

Perang Dunia III

Mungkinkah Perang Dunia 3 Akan Meletus dalam Waktu Dekat ? - Judul diatas mengingatkan kita akan pertemuran Maha Dahsyat yang terjadi di dalam kehidupan umat manusia. World War atau Perang Dunia merupakan sebuah gengsi dari beberapa negara yang ingin membukrikan bahwa dia ingin menjadi penguasa dunia dan ingin menggunakan pahamnya tersebut menjadi aturan dalam kehidupan seluruh masyarakat dunia. Jika kita ingin Flashback tentang bagaimana kejadian perang sekaligus dapat mengenal sejarahnya, mari kita lihat paragraf selanjutnya.

Perang Dunia 1

WWI
Kondisi PD I

Perang Dunia menjadi momok bagi semua negara karena dampak yang ditumbulkan sangat besar dan sulit untuk dihilangkan. Jika melihat dari sejarahnya WWI atau perang dunia 1 meletus pada tanggal 28 Juli 1914 sampai dengan 11 November 1918. Bayangkan 4 tahun perang tanpa henti di kala itu banyak sekali korban berjatuhan dalam perang tersebut mulai dari anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang tak bersalah terkena imbas dari perang tersebut. 

Perang Dunia I melibatkan dua kekuatan besar yaitu blok sekutu dengan blok sentral. Blok sekutu terdiri dari beberapa negara besar di eropa yaitu Britania Raya, Prancis, dan Rusia yang sering dikenal dengan Etente Tiga sementara dari Blok Sentral terdiri dari Jerman, Austria-Hungaria, dan Italia sering disebut dengan nama Aliansi Tiga. Pada saat keberlangsungan perang yang bersifat defensif bagi pihak Aliansi Tiga sementara anggotanya yaitu Italia tidak melakukan serangan apapun. 


Italia juga melakukan reorganisasi terhadap Aliansi Tiga dan berpihak terhadap sekutu serta memperluas diri ketika banyak negara ikut serta dalam peperangan ini. Prajurit yang berperang pada kala itu sebanyak 70 juta Tentara Militer serta sekitar 60 juta warga Eropa, karena termobilisasi dengan keadaan menjadi salah satu perang terbesar dalam sejarah. Sekitar 9 juta lebih korban dalam peperangan tersebut dan menjadikan knflik tersebut paling besar keenam dalam sejarah dunia, serta peperangan tersebut menimbulkan beberapa negara melakukan gerakan revolusi.


Perang Dunia 2

WWII
Perang Dunia II

Dan tidak berhenti di situ saja perang dunia kembali meletus pada 1939 sampai tahun 1945. Perang Dunia kedua ini lebih amat menakutkan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi banyak menciptakan sebuah senjata tempur yang lebih modern. 

Perang ini melibatkan dua aliansi yaitu antara sekutu yang terdiri dari Rusia, Amerika Serikat, Inggris dan negara Eropa lainnya dengan pihak poros yang terdiri dari Jerman, Italia, Jepang serta negara lainnya yang terlibat maupun yang menjadi boneka dari 3 negara tersebut. Perang ini tidak hanya melibatkan militer saja tetapi Industri, Ekonomi, maupun Ilmiahnya juag ikut berpartisipasi dalam peperangan ini sehingga Perang Dunia II dikatakan sebagai “perang total” karena 100 juta prajurit militer dan masyarakat sipil lainnya juga ikut berperang. 


Perang ini memakan korban sebanyak 50 juta – 70 juta jiwa dan menjadi perang yang paling menakutkan dan paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia. Perang ini pertama kali muncul di negara polandia karena pihak polandia dengan pihak Nazi atau jerman dengan pemimpinnya Adolf Hitler kala itu terjadi Invasi Jerman dengan Polandia. Kemudian diikuti dengan Invasi dari Tiongkok dengan Jepang, Dan menjadikan negara-negara lain juga berinvasi sehingga menyebabkan perluasan perang yang menyebar ke seluruh penjuru dunia.


Horishima Bom
Awan Jamur di Hiroshima

Perang di Eropa yang berakhir pada 8 Mei 1945 setelah Jerman Nazi menandatangani instrumen penyerahan diri terhadap sekutu. Akan tetapi Jepang menolak untuk menyerah tanpa syarat terhadap pasukan sekutu, sehingga menyebabkan Perang Pasifik meletus. Yang ditandai Jepang menyerang Pangkal Pelabuhan di Pearl Harbour yang menyebabkan luluh lantahnya kawasan tersebut dan sebanyak 4500 lebih korban dari Pihak AS. 

Semantara itu Britania Raya, Amerika Serikat, dan Tiongkok meminta menyarah dalam Deklarasi Postdam pada tanggal 26 Juli 1945 atau akan mengahadapi sebuah kehancuran secara cepat dan besar. Namun dari pihak Jepang mengabaikan Ultimatum tersebut, sementara itu pasukan sekutu akan melakukan penyerangan di daratan jepang atau disebut dengan operasi Downfall, tetapi Operasi tersebut tidak jadi dilakukan karena akan memakan biaya yang besar. 

Sebelumnya Amerika Serikat telah berkampanye pengeboman untuk meluluhlantahkan Jepang. Britania Raya telah menyetujui hal tersebut yang tertuang dalam perjanjian Quebec.


Pada Juli 1945 sekutu merintis sebuah proyek bernama Manhattan yang melaksanakan uji coba bom atom di gurun New Mexico. Mereka memproduksi dua rancangan bom pada bulan Agustus, 509th Composite Group yang merupakan pasukan Angkatan Udara Amerika Serikat yang akan menjatuhkan bom tersebut menggunakan pesawat Boeing B-29 Superfortress yang mengangkut bom dari Tinian di Kepulauan Mariana. 

Pada Tanggal 6 Agustus 1945 A.S menjatuhkan bom atom Uranium jenis bedil yang disebut juga dengan The Litte Boy di Kota Hiroshima. Tiga Hari kemudian Tanggal 9 Agustus 1945 A.S menjatuhkan bom plutonium jenis Implosi (Fat Man) di Kota Nagasaki. Dampak yang ditimbulkan selama dua sampai empat bulan pertama menewaskan 90.000 – 146.000 jiwa orang di Hiroshima dan 39.000 – 80.000 jiwa di Nagasaki. 


Kurang lebih separuh korban setiap kota meninggal di hari pertama, karena banyak orang-orang yang menderita luka bakar, penyakit radiasi, serta kekurangan gizi terjadi di bulan-bulan selanjutnya. Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang akhirnya menyerah kepada Sekutu dan menandatangani instrumen penyerahan diri pada 2 September, sekaligus menjadi akhir dari Perang Dunia II.

Dari sejumlah peristiwa dan dampak besar yang ditimbulkan akhirnya badan Perserikatan Bangsa-Bangsa di dirikan untuk menciptakan perdamaian dunia dan mencegah konflik di masa mendatang. Serta Pelarangan Negara untuk menciptakan dan menggunakan senjata nuklir. Setelah itu dan sampai sekarang mulai timbul perang dingin antara dua kekuatan besar yaitu Amerika Serikat dan Rusia yang berlomba-lomba dalam peningkatan ilmu pengetahuan dan memperkuat militernya.


Akankah Perang Dunia III Terjadi?

Memasuki Abad ke-20 banyak sekali konflik yang terjadi terutama di kawasan Timur Tengah. Wilayah tersebut menjadi penghubung Benua Eropa serta Kawasan Asia, dengan letaknya yang sangat strategis membuatnya banyak sekali masalah yang timbul mulai dari konflik perbatasan atau perebutan kawasan maupun perbedaan pandangan, paham agama, dan kepercayaan. 

Negara Palestina sudah berselisih dengan Israel sejak tahun 1920, pertama kali konflik disebabkan oleh Deklarasi Bolfour yang berisi tentang pendirian tanah air bagi kaum Zionis atau lebih dikenal dengan Yahudi. Sampai sekarang konflik itu terus berlangsung banyak sekali korban yang berjatuhan, apalagi palestina merupakan negara yang mayoritasnya pemeluk islam. Banyak sekali hafidz anak-anak di negara itu terbunuh dan tidak bersalah.

Selain itu disisi lain adanya kelompok militan atau kaum teroris yang lebih dikenal dengan ISIS yang belum diakui secara sah proto-negara, di daerah suriah. Sering melakukan teror dan pelanggaran hak asasi manusia. Mereka melakukan kejahatan kemanusian demi paham dan tujuan dari kolompok tersebut. 


ISIS yang mempunyai kepanjangan Islamic State of Iraq and Suriah yang ingin membentuk negara islam agar pahamnya berlaku di seluruh dunia. Padahal ISIS ini sangat bertentangan dengan agama Islam, jika ada seorang muslim yang menentang pahamnya maka mereka menginterpretasikan sebagai orang kafir dan murtad. 

 Mereka melalui jaringannya telah bergerak dan beroperasi di seluruh dunia, seperti teror di Amerika maupun yang ada di Eropa. Bahkan di Indonesia pun juga pernah beredar anggota teroris ini yang melakukan teror seperti Bom Bali 2001, Bom Sarinah maupun peristiwa teror lain.

USA & IRAN

Dengan banyaknya Konflik yang ditimbulkan di kawasan itu Amerika yang saat ini di pimpin oleh Presiden Donald Trump mengeluarkan sebuah pernyataan keras anti terhadap kelompok teroris ISIS. Dan menyatakan bahwa Kaum Islam tidak boleh berada di negara Tersebut.

 Selain itu Konflik yang terjadi akhir-kahir ini adalah Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, karena sejak dulu ketegangan serta konfrontasi antara kedua negara tersebut telah berlangsung. Pada Akhir ini Jendral besar Iran terbunuh di Baghdad, akibat serangan drone yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Serangan tersebut merupakan komando dari Presiden Trump sendiri.

Sebelumnya Jendral Qasim Soleimani tergabung dalam Korps Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Selain itu di juga membantu dalam komando gabungan pemerintah Irak dan pasukan Milisi yang maju melawan ISIS pada Tahun 2014-2015. Dengan keadaan tersebut pemerintah Iran sangat gencar dan menentang hal tersebut, sebab dari dulu pihak Amerika telah sering mengusik di wilyah Iran. 

Hal itu dapat memicu pemerintah Iran untuk melakukan sebuah balasan atau tindakan untuk melakukan penyerangan terhadap AS. Dengan Konflik tersebut Perang bisa jadi pecah dan tak terhindarkan mengingat banyak sekali kecanggihan senjata yang dimiliki oleh kedua negara tersebut.


Semoga Konflik tersebut bisa diselesaikan dengan jalan diplomasi agar tidak terjadi peperangan yang menimbulkan imbas kepada negara-negara lain dan kemungkinan akan memicu Perang Dunia III. Jangan terjadi lagi sebuah peperangan yang memakan berjuta-juta korban kehancuran sumber daya manusia akan terjadi bila WWIII pecah. PBB yang sebagai pendamai negara negara konflik bisa tegas dan tetap dalam pemecahan masalah ini.
Baca Juga

Related Posts

Post a Comment